Terang cahaya hampiri Tanah Gersang
Kapan... Adalah kata tanya yang selalu diucapkan Pujangga mengatakan Katamu adalah doa Syairmu adalah doa.. Masa lalu dan kini hingga masa lalu Nampak kelam Hampiri berbagai pintu yang terbuka.. Ragam kunci yang dipakai mengupas Ada selembar jendela yang tersisih disudut lubuk Ternganga sendiri oleh angin panas cahaya mentari.. Ternyata cahaya yang dia cari terletak di lembaran jendela Selepas harapan seakan sirna Dia hempaskan tubuh lemahnya kelautan cahaya... Dia lepas Dia bebas.. Layaknya aura surga yang tertunda Menghayati nada-nada kelam sahabat luka Tetap saja nada itu teman dalam tangisnya Tangisan bahagia pujangga Memekarkan sukma riang yang terpendam... Selesai sudah..