Posts

Showing posts from 2023

Jakarta Nowadays

 lara... lara.. lara... jalan jalan malam ini mulai sepi hilangkan letih lalui hari diam dan nikmati kopi janganlah kau hiraukan lagi jauhi perih jakartaku penuh dengan ambisi setiap wajah penuh dengan narasi menantang hari jakartaku penuh dengan relasi paras wajah bukan jadi ekstasi nilai disini indah cantik tak tertarik baik klasik kutertarik penuh luka bukan takdir ilahi dirimulah yang bisa mengakhiri... pedih dihati mengeluhlah tapi jangan berhenti itu sudah sifat manusiawi dan mulai lagi....

Ruam Hati

 Sehelai daun terombang ambing Isyarat akhir musim semi bergeming  Bak lautan pasang mulai hening Surut air perlahan mengering Teriakan camar terbirit birit Melihat elang membawa arit Siap menerjang sampai menjerit Semua camar terbirit birit Kuamati terus sampai selesai Falsafah alam melambai-lambai Firasat hati terus terurai Bak pisau tajam tenggelam disungai Terlalu banyak majas Terlalu banyak batas Sebenarnya aku ingin bebas Tapi langkahku mulai kebas Sampai Nanti sampai menangis lagi Selamat Hari Birahi sedunia

Teka Dengki Teki Dungu

Darah...  Apa yang dirasakan ksatria Saat melihat darahnya mengucur.. Ditusuk, dipukul, di cekik, terpantul Kepalanya dihantam remuk redam Amarah..  Ya... Ksatria itu memendam amarah Dia menatap dengan tajam Kearah lawan yang tertawa  Puas mabuk minum anggur perjamuan Bersenggama dibalik altar penipuan Meresap Ingatan akan kerendahan Menganggap objek mereka putri kerajaan yang harusnya disunting oleh Bangsawan Oh ternyata Dimanjakan oleh manusia rendahan Deskripsi langit dan Bumi dikumandangkan  Hari saat syair ini dituliskan..  Sumpah serapah atas penderitaan Balasanku kini cukup dengan diam Sumpah serapah anak tak Bertuan Sedari kecil penuh penderitaan Yang selalu terusik oleh Umat-umat berlapiskan Kemaluan Setan..  Tatapanku kini datar..  Tapi mungkin ini yang paling TAJAM...  Terhitung Dari detik ini hei BAJINGAN

Bisikan Sengkuni

Bias rasa yang menyala-nyala Literasi lalu literasi harmoni lara acuan Tawa kini jadi rangkaian kata sadarkan Impian jauh dari fakta sampai saatnya kudengarkan bisikan sengkuni menampar asa keyakinan diri *tinggalkanlah mimpi yang ada di nadi kau hanya serpihan anak kecil padi yang slalu merunduk saat kau dibuli diam memendam dinginnya embun pagi seandainya kubisa mati lebih cepat ku datangi ibu sebelum terlambat ceritakan duka lara gelap pekat ku diraihnya dengan pelukan erat Kering renta beku luka kering renta Sakit jiwa.... -> *

Jalan Untuk Pulang

kuarungi gelapnya putih senja menanti kabarmu jauh disana berharap kutemukan satu jiwa tuk kembali menemani separuh nyawaku terus terbawa jalani jalanku ohh tanda tanya |mencari jawaban dari semua |harapkan rinduku tak sia-sia rebahkanlah... cinta... penantianmu tak akan  sia-sia relakanlah.. waktu duka.. jalanku kan temukan kau disana jalan untuk pulang  hening malam tak bisa buatku tenang mengingat semua yang slalu terngiang terjemahkan,.. tentang tenang dimana kau akan temukanku sayang 

TITIK BUTA

nuansa sepi ala chairil anwar  sudah bisa kuterjemahkan  dengan bantuan kita senantiasa abadi ala Sapardi Joko Darmono menggiring duka lara ala tere liye membakar semangat ala rendra kritis asmara seperti rocky gerung dan dialuni nada gila jeje boy  aku tak selemah itu hati kini bak lahar magma anggap saja duka sebagai logamnya semua larut... semua sirna aku juga tak setegar itu aku berjalan di kerumunan cahaya dikililingi ribuan manusia tapi masih diam di titik buta... hei Sang Maha sepelik inikah Naskahku?

akhir cerita pujangga

setiap teriakan sukma menunjukkan amarah yang meledak dia merasakan amarah yang tak biasa dimanakah dia harus menentukan arah apa yang menjadi impian sang pujangga semerbak bunga mati menambah pekatnya duka layu tak bersemangat melekat dan terikat setiap nada yang berbunyi kini hanya ilusi dia menemukan warna hitam mengelilingi sudut kepalanya dan apa yang mereka katakan tentang surga ternyata hanya kebohongan belaka kini pujangga hanya terdiam melewatkan hampa proses kehidupan dia tidak pernah memberitahu siapa dia dan kelak dia semegah apa mereka hanya tahu aku penuh misteri mereka hanya tahu aku.. aku orang mati saatnya menutup buku yang telah lama terlukis pertanyaannya adalah satu siapa yang akan kembali menjadi tokoh selanjutnya dalam kompilasi kehidupan rumit pujangga selanjutnya kertas baru sudah dibuka selamat datang di cerita selanjutnya

FILTRASI DUKA LARA

Berapa kisah lagi harus kutulis dalam  kanvas abstrak yang yang ku lukis menghasilkan karya historis oleh karsa yang terkikis aku benci hati yang puitis selalu menulis ketika terkikis senyap dan selalu menangis menahan rasa yang meringis kapan Masaku akan habis menghasilkan sajak berbaris-baris tak kunjung syairku habis oleh Hidap hidup yang miris Langit kerap kali menangis diterpa awan teriak sadis tumpahkan air yang mendesis... daratanku dipaksa terkikis..