Posts

Showing posts from April, 2020

NISTA DAN MENJIJIKKANNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Image
sekitar satu bulan penuh dimasa karantina, saya harus mengisi waktu saya dengan hal-hal yang membosankan, diatas Kasur dan hidup layaknya ayam jantan   dalam kandang, yang hanya keluar kalau hanya ingin berjemur. Sekali seminggu juga disibukkan dengan membuat materi pembelajaran online untuk murid-murid saya yang juga harus melanjutkan pelajaran dirumah. Tapi dalam pelaksanaannya membuat saya memutar otak bagaimana harus mengajar dengan kondisi sosial dan fasilitas sosial yang kurang memadai. saya mengajar disalah satu sekolah menengah pertama daerah Kabupaten Dairi Sumatera Utara, dimana masih kuat dengan kultur budaya setempat dan kelayakan fasilitas dan tenaga pengajarnya masih jauh dari level standard untuk seorang pengajar, yang seyogianya harus siap dituntut untuk selalu mengupgrade kapabilitasnya dan berpacu dengan perkembangan zaman. Saya tidak sedang mengatakan saya punya kapabilitas untuk itu, karena mungkin saya adalah salah satu dari hal tersebut. Tetapi tulisan ...

Kasur Sang Imajiner

Tak henti aku berfantasi Menjalani kehidupan duniawi Sampai kapan aku berimajinasi Dan tersadar ternyata hidup ini ilusi Kurebahkan tubuhku sejenak Diatas kasur pikiranku merebak Ternyata pikiranku tengah muak Melihat situasi Hidup yang betontak Kutatapi langit-langit kamarku Meratapi problema duniaku Lagi-lagi terkuak fakta diriku Disemesta aku hanya setitik debu Sejenak kututup mataku Dan mulai menyusuri mimpiku Siapa tahu saat bangun dari Tidurku Aku bukan aku yang meratapi aku..

Lembah Senja

berlari melangkah arungi sungai desa surga badanku tak kenal lelah merajut masa kecil indah didesa surga jatuh kutetap tertawa bilaku menangis ayahku membuatku ceria indahnya dulu bersama mereka lembah senjaa... hari-hariku seperti surga kapan kan terulang suka duka  dilembah senja kini semuanya berubah ditelan waktu menua semua terpisah meraih mimpi temukan jati diri aku di lembah senja...

Fajar dan Embun

Hari ini tak biasanya Aku membuka aura pagi Aku merasa berbeda Aku amati dengan segelas kopi Fajar... Iyaa.. fajar... Kemana dia Aku tak melihatnya Embun.. Kemana sahabatmu.. Biasanya kau sudah dibawa Kembali mengudara Ternyata Banyak awan gelap Menyelimuti bumi gemerlap Lebih baik aku kembali lelap Menunggu fajar setelah gelap.. Embun.. bersabarlah Fajar mungkin lelah