Teka Dengki Teki Dungu
Darah... Apa yang dirasakan ksatria Saat melihat darahnya mengucur.. Ditusuk, dipukul, di cekik, terpantul Kepalanya dihantam remuk redam Amarah.. Ya... Ksatria itu memendam amarah Dia menatap dengan tajam Kearah lawan yang tertawa Puas mabuk minum anggur perjamuan Bersenggama dibalik altar penipuan Meresap Ingatan akan kerendahan Menganggap objek mereka putri kerajaan yang harusnya disunting oleh Bangsawan Oh ternyata Dimanjakan oleh manusia rendahan Deskripsi langit dan Bumi dikumandangkan Hari saat syair ini dituliskan.. Sumpah serapah atas penderitaan Balasanku kini cukup dengan diam Sumpah serapah anak tak Bertuan Sedari kecil penuh penderitaan Yang selalu terusik oleh Umat-umat berlapiskan Kemaluan Setan.. Tatapanku kini datar.. Tapi mungkin ini yang paling TAJAM... Terhitung Dari detik ini hei BAJINGAN