Revolusi Amarah

Berhenti....
Adalah kata yang tepat
Setelah berulang-ulang
Mengelilingi lingkaran yang sama

Aku pernah berkata
Amarahku tak berbatas
Semua kini terbata-bata
Dan meledak terkupas-kupas

Berkas cahayapun tak terlihat lagi
Seandainya ada yang menyadari
Dia sedang dikelilingi
Mengelilinginya dalam sunyi

Kini mentari bukan kata yang tepat
Bulanpun aku tak patut
Kini amarahku bagai debu
Terhempas angin kelabu

Kutitipkan seberkas doa untuk-Nya
Semoga apa yang kuselami
Apa yang kukekelilingi
Diterangi mentari yang tepat
Diterangi rembulan yang tepat

Usai..πŸ’πŸ’πŸ’“πŸ’•πŸ’”πŸ’Œ
✍✍✍

Comments

Popular posts from this blog

JENIS, FUNGSI DAN SENI BUDAYA INDONESIA

RANGKUMAN APRESIASI SENI