Tabir Sang peri terdahulu

Runtuh...
Seketika jantung itu runtuh
Saat akarnya tiba-tiba sirna
Rapuh.. 
Seketika hati itu rapuh
Saat mendengar sang peri tiada

Jantung itu menghasilkan tunas baru
Tumbuh akar menopang kembali..
Hati itu membuka lembaran baru
Hingga peri baru menemani

Sampai suatu waktu peri baruku
Ternyata hewan jalang
Menebar mekar bunganya
Kesemua lebah yang singgah

Aku terlalu terpaku,
Akan asmara masa lalu 
Yang pernah kulihat peri menendang 
Setiap pria Setan yang mengundang
Yang melihat periku dengan jalang.
Periku berteriak mengerang
Lalu aku memutuskan berperang.

Kini aku tidak akan berperang
Peri itu menelanjangi dirinya sendiri

Namsly2013

Comments

Popular posts from this blog

JENIS, FUNGSI DAN SENI BUDAYA INDONESIA

RANGKUMAN APRESIASI SENI