Siklus senja
saat mentari menjauh dari bumi
disitu aku mulai menulis syair
berpikir dan memahami
siapa tau aku bisa jadi penyair
kutatapi awan merah yang merekah
pelampiasan matahari yang tenggelam malu
suara kereta mendamping jalanku kerumah
membawa pikiran dan memori aku dan engkau
tersandung kaki melewati rel
senyum batu batu kecil
kulewati dengan senyum ragu
tetap kuabaikan dan kutulis syairku
seandainya aku bisa menghentikan waktu
siklus senjaku tak sedih lalu lalu
sudah semua kudengarkan ribuan lagu
tapi siklus senjaku menghanyutkanku
setiap mengingat nama itu
seandainya aku bisa, menghentikan waktu
mungkin senjaku adalah senjamu
kita habiskan waktu
dan larut bersamaku
sejujurnya kuberitahu
kau adalah waktu
dimana setiap jalanku
diikuti oleh bayanganmu
disetiap pikiranku...
Comments
Post a Comment